-->
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Soroti proyek P3-TGAI P3A Harapan Cikarae toyyibah tiem pelaksana Malah kabur Saat di kompirmasi

Soroti proyek P3-TGAI P3A Harapan Cikarae toyyibah tiem pelaksana Malah kabur Saat di kompirmasi


Mahardikapos.com kab Sukabumi - Pelaksanaan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) di Desa cikarae toyyibah  Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mulai memantik sorotan publik. Pasalnya, proyek swakelola yang bersumber dari uang negara tersebut diduga dikerjakan tanpa transparansi dan asal jadi  yang memadai di lapangan.


Berdasarkan pantauan langsung tim investigasi media di lokasi pengerjaan, proyek peningkatan jaringan irigasi Gunungmalang ini menyerap anggaran APBN TA 2026 senilai Rp195.000.000,00 dengan durasi kerja 45 hari kalender. Kegiatan ini secara administratif dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Harapan selaku pelaksana lokal.


Namun, alih-alih menunjukkan profesionalisme, proses pengerjaan konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) saluran pengairan terpantau dikerjakan di tengah kondisi kubangan lumpur tebal tanpa adanya pengeringan atau metode *dewatering* yang layak, sehingga dikhawatirkan menurunkan kualitas campuran semen dan daya rekat material batu.




    *Tim Pelaksana Melarikan Diri saat di Dikonfirmasi*

Dugaan adanya kejanggalan dalam metode pelaksanaan proyek ini semakin menguat tatkala awak media mencoba melakukan fungsi kontrol sosial dengan mendatangi lokasi guna meminta klarifikasi dari pihak penanggung jawab pengerjaan.


Bukannya memberikan penjelasan teknis atau menyambut kemitraan informasi secara kooperatif, oknum yang diduga kuat sebagai tim pelaksana teknis di lapangan justru memilih menghindar secara tergesa-gesa dan melarikan diri dari kejaran konfirmasi wartawan. Aksinya terkesan sengaja menolak memberikan transparansi informasi publik.


> "Kami hanya ingin mengonfirmasi terkait standar operasional pengerjaan struktur batu yang dipasang langsung di atas lumpur berair  dan kosong di padati tanah  serta kejelasan serapan anggaran swakelola ini. Namun sangat disayangkan, oknum pelaksana justru kabur saat melihat kedatangan awak media," ungkap perwakilan Tim Investigasi Hukum dan Kontrol Sosial media di lokasi.


    *Swakelola yang Diduga Tabrak Aturan Transparansi*

Merujuk pada papan informasi proyek yang terpasang, tertulis dengan jelas instruksi baku: *"Kegiatan P3-TGAI ini dilaksanakan secara swakelola / tidak dikontrakkan kepada pihak ketiga"*. Hal ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat luas serta transparansi pengurus P3A Harapan mutlak diperlukan dalam setiap rupiah uang negara yang digelontorkan.


Sikap tertutup dan tindakan menghindar yang dipertontonkan oleh tim pelaksana lapangan memicu tanda tanya besar dari warga sekitar dan pengamat kebijakan publik daerah. Indikasi pengerjaan asal-asalan demi meraup keuntungan sepihak kini menjadi sorotan tajam.


Hingga berita ini ditayangkan, pihak P3A Harapan maupun perwakilan kedinasan terkait dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citarum belum memberikan pernyataan resmi terkait kaburnya tim lapangan saat akan dikonfirmasi akan terus mengawal dan menelusuri kelayakan fisik proyek tersebut ke pihak otoritas berwenang. 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama